No reversi



Pelakunya ada diantara kita

—————- trackback untuk Pak Achedy —————-

kalau saya , tidak memihak pada k salman, jawapos maupun media indonesia.

jelas – jelas k salman itu koruptor, sekecil apapun yg dimakan. Kemudian ketika dia “mencokot” orang lain ya, bisa saja bukan karena dia memang membantu jalannya penyelidikan.

Menurut Der Komissioner Lunge , orang yg paling susah di gambarkan pada saat investigasi adalah : orang yg tidak punya ekspresi walaupun sudah di ceritakan bermacam – macam hal, dan orang yang hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun .

Untuk kasus K. Salman, yang kemudian hari berkoar setelah tertangkap tangan menyuap anggota auidt BPK, dengan mencokot beberapa orang di KPU , itu tentu dengan berbagi pertimbangan.

1. Karena tidak mau kesepian di penjara.
2. Karena adanya tukar tambah masa hukuman ( atau sering di sebut kompromi ) .
3. Karena sadar dan mau membantu pihak peradilan.

Dari 3 alasan diatas, 2 teratas lah yg paling bisa dicermati, walau sering di sebutkan sebagai bag yg ke 3.

Bukan Rahasia umum jika di Indonesia ada sebuah kebijakan kompromi hukuman , yaitu seorang tersangka akan di ringankan hukumannya jika bisa membantu pihak peradilan untuk membongkar sebuah sindikat ataupun kasus kejahatan. Kompromi hukuman adalah hal yg tabu dan dilarang di Jepang.

Jadi sebesar apapun kontribusi K. Salman dalam membongkar mafia koruptor kelas kakap di negeri tercinta ini. Tetaplah dia juga seorang koruptor.

Jika seandainya beliau tidak tertangkap , dan di jebloskan ke sel, tentu beliau tidak akan “bernyanyi” mencokot teman – teman seprofesi.

Sepatutnya seorang koruptor harus di hukum dengan hukuman setimpal, terlepas dia mau membantu pihak peradilan atau bukan. Ya setidaknya jika merasa ” kasihan ” silakan meringankan. Toh K. Salman pun punya pengacara dari KPU dan dengans edikit angin segar dari kompromi Hukuman.


Komentar

  1. agusset berkata:

    sekali koruptor tetap koruptor! jadi nggak ada yg namanya “koruptor bersih” dan “koruptor kotor”. gitu maksudnya mas Kus?

    Telah Dituliskan 3 years, 11 months ago


Tinggalkan sebuah Komentar

(wajib)

(wajib)



Atur penampilan komentar anda
Kembali ke Atas | Area teks Lebih besar | Lebih kecil